PengertianPendidikan Menurut Para Ahli. 1. Menurut Aristoteles. Education is a function of the State, and is conducted, primarily at least, for the ends of the State. State - highest social institution which secures the highest goal or happiness of man. Education is preparation for some worthy activity.
PerbedaanFakultas, Jurusan dan Program Studi. Dalam pendidikan tingkat perguruan tinggi, ada sistem klasifikasi tersendiri yang digunakan untuk membagi-bagi mahasiswa. Ada yang disebut fakultas, jurusan dan ada pula program studi. Bagi yang ingin meneruskan pendidikan ke jenjang S1, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu perbedaan ketiganya.
C Pengertian Ilmu. Ilmu adalah sebagian pengetahuan bersifat koheren, empiris, sistematis, dapat diukur, dan. dibuktikan. Berbeda dengan iman, yaitu pengetahuan didasarkan atas keyakinan kepada
Filsafatpendidikan akan membahas ilmu mengenai pendidikan itu sendiri secara mendalam dan meluas di setiap bagian dari ilmu pendidikan. Menurut Zanti Arbi (1988), pengertian filsafat pendidikan yaitu : Menginspirasi, yang dapat diartikan mampu memberikan inspirasi bagi para pendidik untuk menjalankan berbagai ide dalam pengembangan pendidikan.
MenurutKBBI dokter ialah alumnus pendidikan kedokteran yang pakar dalam soal penyakit dan penyembuhannya. Dokter menurut IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Menurut IDI, dokter (dari bahasa Latin yakni "guru") ialah seorang yang karena ilmunya usaha mengobati beberapa orang sakit. Tidak seluruhnya orang yang mengobati disebutkan dokter.
Berbedadengan pendidikan kedokteran, bidang kedokteran itu sendiri dikhususkan bagi para profesional. Bidang ini jauh lebih luas daripada pendidikan kedokteran yang masih hanya terbatas pada teori semata. 5. Lingkup Bidang. Salah satu perbedaan pendidikan dokter dan kedokteran yang paling mencolok adalah lingkup bidangnya.
. Jika sudah memasuki kelas XII, melanjutkan studi ke perguruan tinggi memang sebuah keinginan terbesar hampir semua siswa. Menggali informasi sebanyak – banyaknya terus dilakukan guna meninjau jurusan serta perguruan tinggi mana yang akan menjadi pilihan final untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mungkin jurusan seperti Hukum, atau Kedokteran menjadi primadona untuk program IPA maupun IPS. Namun, tak jarang juga jurusan yang asalnya dari bidang humaniora seperti Sejarah menjadi pilihan bagi beberapa orang. Namun yang perlu kita ketahui, tak semua Jurusan Sejarah hanya bergelar ilmu murni saja. Ada juga jurusan Sejarah yang memang memiliki dasar dan lebih terfokus pada bidang pendidikan, atau bisa kita sebut dengan Jurusan Pendidikan Sejarah. Untuk membedakan keduanya, terdapat beberapa hal yang setidaknya dapat kita lihat lebih jauh. Apa saja perbedaannya? Yuk, simak artikel berikut ini! 1. Prospek Kerja Prospek kerja dari kedua jurusan ini memang sedikit berbeda. Jika memilih melanjutkan studi ke Pendidikan Sejarah dengan basic pendidikan, jelas menjadi seorang guru adalah jawabannya. Namun, jika memilih Ilmu Sejarah yang notabenenya ilmu murni tanpa basic pedagogi, maka menjadi sejarawan adalah jawabannya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika lulusan Pendidikan Sejarah bisa menjadi sejarawan, pun sebaliknya. Jadi tidak perlu khawatir! Baca juga Jurusan Sepi Peminat tapi Prospek Kerja Tinggi 2. Mata Kuliah Sumber gambar Keduanya mendapat mata kuliah yang berkaitan dengan sejarah seperti Geografi Sejarah, Sejarah Wilayah yang meliputi kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dll. Akan tetapi, tahukah kamu jika orang yang memilih jurusan Pendidikan Sejarah akan mendapat mata kuliah pedagogi guna melatih skill mengajar? Ilmu Sejarah tidak mendapatkan mata kuliah yang menyangkut perihal keterampilan mengajar karena termasuk ke dalam ilmu murni yang mengkaji suatu disiplin ilmu secara universal. Sementara jika Pendidikan Sejarah lebih dikerucutkan ke dalam bidang pendidikan. Baca juga 5 Perbedaan Jurusan Agribisnis dan Agroteknologi 3. Berbeda Fakultas Pada dasarnya jika mendengar kata “sejarah”, pandangan kita tertuju pada manusia tokoh dan peristiwa memorial yang asalnya dari masa lampau. Hal ini yang membuat Sejarah menjadi bagian dari rumpun humaniora karena di dalamnya mengkaji perihal manusia dan segala tetek bengeknya. Oleh karena itu, Ilmu Sejarah biasanya berada di bawah naungan FIB Fakultas Ilmu Budaya. Contoh Ilmu Sejarah UI. Namun hal itu berbeda dengan Pendidikan Sejarah. Pendidikan sejarah sendiri dinaungi oleh FIS Fakultas Ilmu Sosial. Contohnya Pendidikan Sejarah UNJ. Baca juga 9 Manfaat Kuliah Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris 4. Perbedaan Gelar Pasca Lulus Sumber gambar Karena dinaungi oleh fakultas yang berbeda, maka gelar yang akan diperoleh berbeda pula. Mahasiswa/i Ilmu Sejarah nantinya akan mendapatkan gelar untuk tingkat S-1, dan untuk tingkat S-2. Sementara itu, untuk Pendidikan Sejarah, karena berada di bawah naungan FIS Fakultas Ilmu Sosial maka gelar yang didapat adalah untuk tingkat S-1, dan untuk tingkat S-2. Mengapa gelar yang didapat seorang lulusan Pendidikan Sejarah adalah Hal ini dikarenakan jurusan Pendidikan Sejarah ini berada di kampus berlatarbelakang pendidikan yang outputnya adalah untuk mencetak para guru-guru di Indonesia. Oleh karena itu gelar yang didapat adalah 5. Perbedaan Tujuan Pendidikan Sejarah sendiri bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda perihal sejarah yang sudah terjadi di masa lampau. Lain halnya dengan Ilmu Sejarah, Ilmu Sejarah lebih terfokus untuk tujuan menjelaskan rangkaian peristiwa yang terjadi di masa lampau secara sistematis dan ilmiah. Bisa dikatakan bahwasanya tujuan Ilmu Sejarah bukan kepada edukasi melainkan lebih terfokus pada penelitian. Baca juga 7 Fakta dan Mitos Seputar Jurusan Hubungan Internasional Kurang lebih itu lah perbedaan antara jurusan Ilmu Sejarah dengan Pendidikan Sejarah. Tidak ada perbedaan yang mencolok antar keduanya karena keduanya memiliki latar belakang yang sama, yakni sejarah. Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin mengambil jurusan Ilmu Sejarah ataupun Pendidikan Sejarah tak perlu lagi risau karena keduanya tidak memiliki perbedaan yang sangat kontras. Jadi untuk kamu yang memiliki ketertarikan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk menggali sejarah jauh lebih dalam, jangan ragu untuk mengambil jurusan Sejarah sebagai pilihan untuk melanjutkan studi. * Artikel ini telah ditulis dengan beberapa sumber referensi Penulis Sri JayantiMahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta
Jurusan Ilmu Murni dan Pendidikan sama nggak, sih? Yuk, cari perbedaan dari keduanya, termasuk mata kuliah, prospek karier, dan gelarnya. — Pendaftaran SNMPTN semakin dekat, dan Brainies pasti lagi bingung, nih, buat nentuin jurusan yang bakal dipilihnya. Kamu yang suka banget pelajaran Biologi, berniat ingin masuk jurusan Biologi. Tapi, kok, pas dicari tahu lebih lanjut tentang jurusan itu, kamu justru semakin bingung karena ada jurusan Biologi dan Pendidikan Biologi. Apa, sih, bedanya? Perbedaan Jurusan Pendidikan dan Ilmu Murni Secara garis besar, jurusan Ilmu Pendidikan, nggak jauh berbeda dengan jurusan ilmu murninya. Misalnya, jurusan Pendidikan Biologi dengan jurusan Ilmu Biologi, atau jurusan Pendidikan Sosiologi dengan jurusan Ilmu Sosiologi. Namun tentu saja, ada beberapa faktor yang membuat mengapa jurusan itu dipisahkan, mulai dari tujuan, mata kuliahnya, karier, dan gelar. Yuk, cari tahu! Tujuan Jurusan Pendidikan dan Ilmu Murni Tujuan dari dua jenis jurusan itu cukup berbeda satu sama lain. Jurusan ilmu murni biasanya terfokus pada ilmu itu sendiri. Lulusan jurusan ilmu murni diharapkan bisa mengembangkan dan menerapkannya di kehidupan. Seperti yang kita tahu, ilmu itu selalu berkembang. Setiap universitas itu punya badan risetnya sendiri untuk mengembangkan ilmunya. Biasanya, jurusan ilmu murni akan mendapatkan mata kuliah pilihan yang membuat kamu lebih fokus kepada cabang ilmu tertentu. Istilahnya adalah ilmu terapannya. Kalau jurusan Pendidikan, selain untuk menguasai ilmu murninya, lulusan jurusan ini juga diharapkan bisa menyelenggarakan pembelajaran atau mengajarkan ilmu tersebut baik formal maupun informal. Jadi, jurusan Pendidikan tidak hanya terfokus pada teori dan praktek ilmu itu sendiri, tapi juga bagaimana cara mengajarkannya. Baca juga Beda Universitas, Politeknik, Institut, Akademi, dan Sekolah Tinggi Mata Kuliah Jurusan Pendidikan dan Ilmu Murni Kalau dari tujuannya aja udah ada perbedaannya, tentunya mata kuliah yang diajarkan dua jurusan ini berbeda. Kalau ilmu murni akan dipelajari ilmu itu secara keseluruhan—dari A sampai Z. Untuk tahun-tahun awal, kamu akan diajarkan ilmu itu dari hal mendasarnya. Sedangkan jika sudah di tahun-tahun akhir, biasanya akan lebih spesifik berdasarkan minat atau fokus studi. Misalnya, jurusan di jurusan Ilmu Biologi itu ada peminatan Kesehatan, Biodiversitas, dan sebagainya. Sedangkan jurusan Pendidikan, selain terdapat mata kuliah dasar-dasar ilmu murni itu, ada juga mata kuliah tentang pendidikan. Kalau dipersentasekan, sih… 14 dibandingkan ilmu murninya, jadi bisa disimpulkan kalau mata kuliah pendidikannya lebih banyak. Antara lain, tentang strategi pengajaran, evaluasi, psikologi peserta didik, teknik komunikasi media, dan sebagainya. Oh, iya, ada satu lagi perbedaan yang berhubungan dengan mata kuliah, yaitu untuk praktek lapangan. Kalau jurusan ilmu murni, biasanya mereka akan melakukan Kerja Praktek Lapangan PKL yang dimaksudkan untuk belajar menerapkan ilmu yang mereka pelajari langsung di masyarakat melalui pelayanan dan sebagainya. Sedangkan jurusan ilmu pendidikan biasanya akan melakukan praktek lapangan di sekolah-sekolah. Yups, tentunya untuk mengajar. Hal ini juga berhubungan dengan skripsi yang akan mereka tulis, yaitu harus berhubungan dengan sisi pendidikannya. PPL Jurusan Pendidikan sumber Sudah banyak universitas negeri yang menyediakan jurusan Pendidikan berakreditasi A. Seperti Universitas Negerti Jakarta UNJ Universitas Negeri Yogyakarta UNY Universitas Pendidikan Indonesia UPI Universitas Negeri Malang UM Universitas Negeri Semarang UNNES Universitas Negeri Surabaya Unnesa Universitas Negeri Makassar UNM Baca juga Jurusan Sepi Peminat di SBMPTN UNAIR, UNDIP, dan UB Gelar dan Karier Jurusan Pendidikan dan Ilmu Murni Kali ini kita membahas tentang Pendidikan duluan, ya… seperti namanya, lulusan jurusan ini akan mendapatkan gelar sarjana pendidikan. Sejalan dengan tujuan jurusan ini, diharapkan juga para lulusan bisa menjadi pendidik atau pengajar baik di bidang formal atau non formal. Sedangkan jurusan ilmu murni akan mendapat gelar sesuai fakultas atau bidangnya masing-masing. Misalnya lulusan jurusan Ilmu Sosiologi akan mendapat gelar sarjana sosiologi, atau lulusan Ilmu Biologi akan mendapatkan gelar sarjana sains. Nah, lulusan ini memiliki peluang karier sebagai peneliti, pengajar, atau bahkan entrepreneur. Kalian juga bisa bekerja di perusahaan swasta maupun BUMN milik pemerintah. Namun, nggak menutup kemungkinan dua jurusan ini akan saling bersinggungan di dunia karier loh. Jadi, jangan takut kamu kalah satu sama lain. Dua-duanya keren kok, asalkan kamu belajar dengan giat dan berusaha sampai akhir. Untuk itu, Brain Academy hadir untuk membantu kamu bersama Star Master Teacher hebat. Tetap semangat, ya, teman-teman! Referensi Aulia, Elsa Dianita. PERBEDAAN Jurusan Biologi Murni, Pendidikan Biologi, dan Biologi Terapan. Sumber video daring diakses 16 Jan. 2022 Aditya, M. 7 Universitas Berbasis Keguruan Terbaik di Indonesia 2020. sumber daring diakses 19 Jan. 2022
Pemahaman terhadap konsep pendidikan setidaknya berorientasi pada dua aktifitas utama yaitu pendidikan sebagai tindakan manusia sebagai usaha membimbing manusia yang lain educational practice, dengan pendidikan sebagai ilmu pendidikan educational thought. Pendidikan sebagai suatu tindakan sudah berlangsung lama sebelum orang berfikir tentang bagaimana mendidik. Bahkan dapat dikatakan pendidikan dalam artian ini sudah ada sejak leberadaan manusia di dunia ini, sedangkan pendidikan sebagai ilmu baru lahir kira-kira pada abad 19. Dua pengertian tersebut oleh prof. Gununing dibedakan dengan dua persitilahan, yaitu Paedagogie untuk pendidikan dalam artian praktik dan Paedagogiek untuk ilmu pendidikan atau yang berhubungan dengan teori pendidikan yang mengutamakan perenungan atau pemikiran ilmiah Siwarno 1982. Dari kenyataan tersebut di atas E. H Wilds menggambarkan Education is as old as life itself; … Education, concious or unconcious, organizes or unorgasized, has always existed, playing an in area singly role in the drama of human progress………………………………Education took palse long before anyone thought abaout it; there writing about education long before was problem of education. Dalam kenyataan manusia menunjukkan bahwa pendidikan dalam artian pembimbingan sudah berlangsung sejak zaman primitif. Kegiatan pendidikan terjadi dalam hubungan orang tua dengan anak. Orang tua mengajak anak laki-laki pergi kebudayaan ladang, berburu agar anak memiliki ketrampilan berladang dan berburu. Seorang ibu membimbing anak untuk bekerja di lingkungan keluarga, agar anaknya memiliki kemampuan dalam mengurus kehidupan rumah tangga. Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang lain yang merupakan aktifitas pendidikan berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Dari tinjauan sejarah pendidikan kelahiran ilmu pendidikan diawali dengan lahirnya tokoh-tokoh pemikir dalam bidang pendidikan. Pada abad 18 lahirlah tokoh-tokoh seperti J. A Comeniu, John Locke, Jean Jaques Rousseau, Immanuelkant dan J. J Pestalozzi. Sedangkan tokoh-tokoh pendidikan abad 19 hingga awal abad 20 diantaranya adalah Herbart, Frobel, Montessori, John Dewey dan dari pemikir-pemikir tersebut maka ilmu pendidikan terus berkembang hingga saat ini. Ilmu pendidikan atau Paedagogiek adalah teori pendidikan perenungan tentang pendidikan dalam arti yang luas. Ilmu pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam praktik pendidikan Brojonegoro, 1986. Ilmu pendidikan telah berkembang dan memenuhi persyaratan sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Ilmu pengetahuan dapat berdiri sendiri apabila telah memenuhi persyaratan yaitu 1 memiliki objek sendiri, 2 methode penyelidikan, 3 sistematika, dan 4 tijuan sendiri. Objek Ilmu Pendidikan Ilmu pendidikan memiliki objek yang menjadi lapangan penyelidikannya yang terdiri dari objek forma dan objek materi. Objek forma adalah lapangan atau bahan penyelidikan suatu ilmu, sedangkan objek materi adalah sudut tinjauan dari suatu ilmu. Objek materi dari ilmu pendidikan adalah manusia,sedang objek formanya adalah kegiatan manusia membimbing perkembangan manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Ilmu pendidikan dimungkinkan memiliki objek materi yang sama dengan ilmu pengetahuan lainnya namun berbeda dalam objek formanya. Dari objek forma inilah ditemukan permasalahan pendidikan, yang menjadi bahasan suatu ilmu yang disebut ilmu pendidikan. Metode Penelitian Ilmu Pendidikan Ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan memiliki metode penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Metode tersebut mencakup metode untuk mengumpulkan data maupun metode untuk mengolah data. Metode pengumpulan data dapat dilakukan melalui observasi, tes, interview, angket dan lain-lain. Metode untuk menganalisis data dapat menggunakan data analisis statistik maupun non statistik. Metode berfikir yang digunakan menganalisis dapat menggunakan metode induktif ataupun deduktif. Sistematik dalam ilmu pendidikan Sistem adalah susunan persoalan-persoalan yang teratur, sehingga merupakan suatu kesatuan yang organis, sehingga antara satu dengan lainnya saling berhubungan dan tidak dapat terpisahkan. Ilmu pendidikan memiliki persoalan-persoalan yang terssusun secara sistematis sehingga merupakan suatu kesatuan yang saling terkait. Terdapat berbagai variasi dalam komponen sistem pendidikan, namun ada beberapa hal yang selalu ada dalam sistem tersebut adalah 1 tujuan pendidikan, 2 pendidik, 3 peserta didik, 4interaksi pendidikan, dan5 lingkungan pendidikan. Tujuan Ilmu Pendidikan Dalam pengembangan ilmu pendidikan memiliki dua tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk pengembangan suatu ilmu, yang berorientasi pada kebenaran suatu ilmu itu sendiri. Dengan cara ini akan menghasilkan ilmu teoritis murni yang tidak menghiraukan kegunaannya dalam praktik. Di samping tujuan tersebut ilmu pendidikan mengembangkan ilmu yang selanjutnya dapat digunakan dalam praktik pendidikan sehari-hari. Hal yang demikian ini sering disebut dengan ilmu bersifat praktis. Artinya teori yang ditemukan harus berorientasi pada praktik, atau dapat dipraktikan.
Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 080459 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d818b490fcc0e3c • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Pengertian ilmu pendidikan tidak terlepas dari dua kata yang dipadukan yaitu ilmu dan pendidikan. Pengertian ilmu adalah Pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang pengetahuan itu. Kamus Besar Bahasa Indonesia – Balai Pustaka. Sedangkan pengertian pendidikan yaitu usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi. Agar si anak hidup bahagia, serta seluruh apa yang dilakukannya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Mahmud Yunus Dengan demikian Pengertian Ilmu Pendidikan adalah suatu kumpulan ilmu pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan memiliki metode-metode tertentu yang ilmiah untuk menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan bantuan atau didikan yang diberikan oleh orang “dewasa” kepada orang yang “belum dewasa” untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna bagi dirinya, masyarakat dan Pencipta-Nya. Konsep Ilmu Pendidikan Ilmu pendidikan membahas tentang proses penyesuaian diri secara timbal balik antara manusia dengan manusia dan alam sebagai pengembangan dan penyempurnaan secara teratur dari semua potensi moral, intelektual, dan jasmaniah. Pendidikan adalah usaha sadar untuk mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan oleh si pendidik terhadap si terdidik dalam hal perkembangan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama di masa yang akan datang. Ilmu Pendidikan merupakan sebuah sistem pengetahuan tentang pendidikan yang diperoleh melalui riset yang disajikan dalam bentuk konsep-konsep pendidikan. Konsep-konsep pendidikan tersebut tidak lain merupakan berdasarkan pengalaman yang ditata secara sistematis menjadi suatu kesatuan yaitu disebut skema konseptual. Dengan demikian isi Ilmu Pendidikan, terbentuk dari unsur-unsur yang berupa konsep-konsep tentang variabel-variabel pendidikan, dan bagian-bagian yang berupa skema-skema konseptual tentang komponen-komponen pendidikan. Dengan demikian konsep ilmu pendidikan adalah pengetahuan yang membicarakan masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan yang memiliki konsep dasar persyaratan pendidikan sebagai ilmu yaitu Memiliki objek studi baik baik objek material maupun objek formal Memiliki sistematika Memiliki metode Ilmu pendidikan bertujuan memberikan informasi atau keterangan tentang dasar-dasar pendidikan dalam berbagai situasi atau interaksi pendidikan, jalur dan jenis jenjang pendidikan untuk membekali peserta didik mencapai kehidupan yang berbudaya dan mandiri yang lebih baik di masa depannya. Memberikan informasi dalam arti menjelaskan permasalahan, sebab-sebab dan kemungkinan mengupayakan dan pembekalan bagi pendidik dalam mendidik putra putrinya atau generasi berikutnya Tim pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI, Bag 4, 2007. Pengertian Ilmu Pendidikan – Padamu Negeri
Materi Pokok Mata Kuliah Ilmu Pendidikan 1. Pengertian Pendidikan 2. Tujuan Ilmu Pendidikan 3. Obyek ilmu pedidikan 4. Faktor-faktor pendidikan 5. Aliran-aliran pendididkan 6. Tripusat pendidikan BAGIAN I PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Pendidikan Sebelumnya marilah kita pahami dahulu istilah ilmu pendidikan Paedagogiek dan pendidikan Paedagogie. Istilah diatas sebetulnya mempunyai makna yang berlainan Ilmu pendidikan mempunyai makna sama dengan istilah paedagogiek, sedangkan pendidikan sama dengan istilah paedagogie. Lalu apakah perbedaannya ? Menurut Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati 199168 Ilmu pendidikan paedagogiek lebih menitik beratkan kepada pemikiran perenungan tentang pendidikan. Pemikiran bagaimana sebaiknya a. System pendidikan b. Tujuan Pendidikan c. Materi pendidikan d. Sarana dan prasarana e. Cara penilaian f. Cara penerimaan siswa/guru yang bagaiman Jadi ilmu pendidikan lebih menitikberatkan pada teori. Menurut Purwanto,MP. 19953 Pedagogik atau ilmu pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik.Perbuatan dalam praktek Paedagogik berasal dari kata yunani paedagogia yang berarti “pergaulan dengan anak-anak “.Paedagogos ialah seorang pelayan atau bujang pada zaman Yunani kuno yang pekerjaannya mengantar dan menjemput anak-anak ke dan dari sekolah. Juga dirumahnya, anak-anak tersebut selalu dalam pengawasan dan penjagaan dari para paedagogos itu. Jadi, nyatalah bahwa pendidikan anak-anak Yunani kuno sebagian besar di serahkan kepada paedagogos itu. Paedagogos berasal dari kata paedos anak dan agoge saya membibing, memimpin. Perkataan paedagogos yang mulanya berarti “rendah” pelayan, bujang, sekarang dipakai untuk pekerjaan yang mulai. Paedagogo pendidik atau ahli didik ialah seseorang yang tugasnya membibing anak dalam pertumbuhannya agar dapat berdiri sendiri. Sedangkan Pengertian pendidikan Paedagogie berasal dari bahasa Yunani terdiri dari kata “PAIS”, artinya anak, dan “AGAIN” diterjermahkan membimbing , jadi paedagogie yaitu bimbingan yang diberikan kepada anak. Menurut John dewey dalam Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati 199169 Pendidikan adalah proses pembentukkan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia. Menurut SA. Bratanata dkk dalam Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati 199169 pendidkan adalah usaha yang sengaja diadakan baik secara langsung maupun dengan cara yang tidak langsung untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaannya. Menurut Purwanto,MP 199511 Pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan. Menurut GBHN Pendidikan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan didalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Dari rumusan Pengertian diatas nyatalah bahwa pendidikan yang sebenarnya berlaku dalam alam pergaulan antara orang dewasa dan anak-anak. Pergaulan antara orang dewasa dan orang dewasa atau pergaulan antara anak-anak dan anak-anak tidak dapat dinamakan pergaulan pendidikan paedagogis.Tetapi kita juga harus ingat tidak tiap-tiap pergaulan antara orang dewasa dan anak bersifat pendidikan . Contoh orang tua menyuruh mengambil kaca mata bukan karena bermaksud mendidik, melainkan karena ia sendiri enggan mengambil. Satu-satunya pengaruh yang dapat dinamakan pendidikan ialah pengaruh yang menuju kedewasaan anak untuk menolong anak menjadi orang yang kelak dapat dan sanggup memenuhi tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri. Pendidik harus orang yang sudah dewasa Telah dinyatakan dengan tegas bahwa hal mendidik terdapat dalam pergaulan / hubungan antara orang dewasa dan anak. Dalam hal ini ada dua ketentuan 1. Si pendidik harus orang yang sudah dewasa sendiri, 2. Si terdidik harus orang yang belum dewasa, jadi terbatas pada anak-anak saja. Mengapa demikian ? Dalam hal ini kita harus ingat kepada tujuan pendidikan . , Dikatakan bahwa mendidik adalah memim pin anak kearah kedewasaan. Jadi, yang kita tuju dengan pendidikan kita ialah kedewasaan sianak. Tidaklah mungkin pendidik membawa anak-anak kepada kedewasaannya jika pendidik sendiri tidak dewasa. Membawa anak kepada kedewasaannya bukan hanya dengan nasihat-nasihat, perintah-perintah, anjuran-anjuran dan larangan-larangan saja, melainkan yang pertama-tama ialah dengan gambaran kedewasaan yang senantiasa dapat dibayangkan oleh anak dalam diri pendidiknya, didalam pergaulan mereka antara pendidik dan anak didik. Pengertian Dewasa Menurut Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati 1991 14 arti kedewasaan kadang – kadang dibedakan menjadi kedewasaan jasmani dan kedewasaan rohani. Jika segala kedewasaan kita tinjau, maka tampaklah cirri – cirinya, yaitu sifat tetap dan sifat teratur dan statis jika dibandingkan dengan dinamika pada anak-anak yang selalu menghendaki dan mengalami perubahan. Sebenarnya pada orang dewasa ada pula gejala-gejala yang dinamis tetapi arti yang tidak plastis dinamika pada orang dewasa selalu tampak suatu garis hidup yang tetap dan tegas ada rencana dan tujuan yang dewasa sudah tidak suka lagi bermain-main seperti anak. Anak belum mempunyi kedudukan yang tetap dalam kehidupan masyarakat dan masih memerlukan perlindu ngan. Orang dewasa itu benar-benar mengetahui siapa dirinya dan apa yang diperbuat,baikkah atau burukkah itu. Jadi, menjadi dewasa dan kedewasaan itu mempunyai arti kesusilaan juga. Ia mau mempertanggungjawabkan keadaannya dan segala perbuatannya. Ia secara moral telah menyesuaikan diri dengan norma-norma kesusilaan. Perbandingan antara gejala – gejala keajala keanakan dan gejala kedewasaan sebagai berikut Anak-anak Dewasa . Mencari bentuk . Tak mempunyai ketetapan . Tak ada kemerdekaan . Kelihatan mudah berubah . Lemah . Memerlukakepan bantuan .Sangat mudah terpengaruh belum mempunyai keyakinan yang tetap . Menampakkan diri sebagai bentuk . Beranggapan mempunyai bentuk . Merdeka . Tetap, stabil . Kuat . Membantu . Tahu mengambil dan menentukan jalan tidak bergantung kepada orang lain Pentingnya pendidikan dan ilmu pendidikan Kata pendidik bagi awam langsung mengkaitkan dengan masalah sekolah dalam arti pertemuan guru dan murid. Seh ingga orangtua merasa berkewajiban untuk mendidik anaknya baik secara langsung maupun tidak langsung lewat persekolahan. Mengapa pendidikan itu penting ? a. Segi anak Anak adalah makhluk yang sedang tumbuh. Oleh karena itu pendidikan penting sekali karena mulai sejak bayi belum dapat berbuat sesuatu untuk kepentingan dirinya, baik untuk mempertahankan hidup maupun merawat diri , semua kebutuhan tergantung orang tua. Bandingkan dengan anak binatang, misalnya anak ayam dalam waktu yang relative sing Kat si anak ayam sudah mampu untuk jalan dan makan sendiri, tidak demikian halnya dengan anak manusia. Oleh sebab itu anak/bayi manusia memerlukan bantuan, tutunan, pelayanan, dorongan dari orang lain demi mempertahankan hidup dengan mendalami belajar setahap demi setahap untuk memperoleh kepandaian, ketrampilan, dan pembentukkan sikap dan tingkah laku sehingga lambat laun dapat berdiri sendiri yang memerlukan waktu yang cukup lama. b. Segi orangtua Pendidikan adalah karena dorongan orangtua yaitu hati nuraninya yang terdalam mempunyai sifat kodrati untuk mendidik anaknya baik dalam segi , sosial, emosi dan inteligensinya agar memperoleh keselamatan , kepandaian agar mendapat kebahagian hidup yang mereka idam-idamkan, sehingga ada tanggungjawab moral atas hadirnya anak yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dapat dipelihara dan dididik dengan sebaik-baiknya. Menurut Brojonagoro dalam Abu Ahmadi dan Uhbiyati 199175 pendidikan dapat dimulai lebih awal lagi, bahkan ketika calon suami istri. Dalam hal ini orangtua zaman dahulu sangat hati-hati. Mereka berpegang teguh pada ajaran “bibit, bebet, Bobot”. Mengenai kemungkinan – kemungkinan pendidikan ini, ada beberapa pendapat, antara lain 1. Aliran naturalism kodrat berpendapat bahwa pendidikan itu tidak perlu, sebab perkembangan anak itu tergantung dari kodrat yang dibawanya/dimilikinya sejak ia belum dilahirkan. Pendapat ini selaras dengan aliran nativisme pembawaan. Menurut aliran ini bayi yang lahir telah membawa sifat-sifat dari orangtuanya. Sehingga pendidikan bagi anak itu rasanya tidak mungkin berhasil. 2. Aliran empirisme Pengalaman berpendapat bahwa anak yang baru lahir seperti kertas putih bersih. Jadi pendidikan maha kuasa . Orang dapat menuliskan apapun pada kertas itu. Pendidikaan dapat membentuk anak sesuai dengan seleranya. 3. Aliran convergensi berpendapat bahwa kodrat /pembawa maupun pengalaman lingkungan , kedua-duanya merupakan kesatuan mutlak didalam perkembangan anak didik. Jadi pendidikan itu tidak maha kuasa, juga tergantung dari kodrat atau pembawaan anak didik. Pentingnya Mempelajari ilmu Pendidikan a. Untuk pengembangan individu Manusia sebagai makhluk berbudaya dapat mengembangkan dirinya sedemikian rupa sehingga mampu membentuk norma dan tatanan kehidupan yang didasari oleh nilai-nilai luhur untuk kesejahteraan hidup baik perseorangan bersama. Berkembangnya kehidupan manusia sebagai makhluk budaya setidaknya disebabkan oleh – Adanya kemampuan-kemampuan atau potensi dasar yang ada pada manusia seperti intelek, imajinasi, sikap, kehendak dan dorongan. – Adanya usaha pengembangan potensi manusia tersebut sehingga berujud kemampuan yang nyata dan adanya usaha penyerahan nilai atau norma tersebutyang sudah dimiliki oleh kehidupan manusia dari generasi ke generasi berikutnya. – pendidik pada umumnya Dengan memahami pendidikan pendidik dapat – – Memudahkan praktek pendidikan Dengan bekal ilmu pendidikan kegiatan pendidikan dapat direncanakan secara secara teratur dan sistematis – Dapat menimbulkan rasa kecintaan pada diri pendidik terhadap tugasnya, terhadap anak didik dan terhadap kebenaran – Dapat menghindari banyak kesukaran dan kesalahan dalam melaksanakan praktek pendidikan – Kesalahan yang mungkin dibuat dalam mendidik diantaranya 1. Cara mendidik terlalu keras dapat menimbulkan rasa harga diri kurang, sebaliknya yang terlalu lunak berarti memanjakan anak 2. Cara mendidik yang tidak memberi kesempatan untuk berkembang berarti menghambat pertumbuhan 3. Kesalahan menekankan tujuan pendidikan yang di inginkan . Misalkan terlalu menekankan pada intelek menjadi intelektualistis dan terlalu menekankan segi individu menjadi individualistis. c. Dari segi pembangunan Seperti telah kita ketahui dari GBHN tentang dasar dan tujuan pendidikan nasional “Pendidikan nasional berdasarkan atas pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta, bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. 1. PENGERTIAN PENDIDIKAN ILMU PENDIDIKAN paedagogik adalah pemikiran bagaimana sebaiknya system pendidikan,tujuan pendidikan,materi pendidikan,sarana dan prasarana pendidikan,cara penilaian,cara penerimaan siswa,guru. Penddikan paedagogie yaitu menyangkut kegiatan belajar mengajar Menurut Ki Hajar Dewantara mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan kebahagian yang setinggi-tingginya. Kesimpulan menurut penulis pendidikan pada hakekatnya suatu kegiatan yang secara sadar dan disengaja,serta penuh tanggungjawab yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak sehingga timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan yang dicita-citakan dan berlangsung terus menerus. Definisi Pendidikan Islam Pendidikan islam ialah suatu aktifitas/usaha pendidikan terhadap anak didik menuju kea rah terbentuknya kepribadian muslim yang muttaqiem. Kepribadian muslim adalah kepribadian yang memiliki nilai-nilai agama islam,memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai islam dan bertanggungjawab sesuai nilai-nilai islam Menurut Kepribadian Muslim ialah kepribadian yang seluruh aspek-aspeknya yakni tingkah laku luarnya,kegiatan jiwanya,maupun filsafat hidup dan kepercayaannya menunjukkan pengabdian kepada Tuhan,penyerahan dirinya kepada-Nya Muttaqiem adalah orang-orang yang bertakwa kepada yang maha pencipta,yaitu Allah swt,sedang takwa artinya mentaati/melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya,beramar ma’ruf nahi mungkar Takwa adalah sesuatu yang di perintahkan Allah bagi orang-orang yang beriman sebagaimana di firmankan oleh Allah yang artinya “Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya,dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan islam Tujuan pendidikan Islam harus selaras dengan tujuan diciptakan manusia oleh Allah SWT yaitu menjadi hamba Allah dengan kepribadian muttaqiem yang di perintahkan oleh Allah ,karena hamba yang paling mulia di sisi Allah adalah hamba yang paling takwa PENDIDIKAN DAN ILMU PENDIDIKAN A. Pentingnya Pendidikan Kata pendidik bagi awam atau pembaca umumnya langsung mengkaitkan dengan masalah sekolah dalam arti pertemuan guru dan orang tua merasa berkewajiban untuk mendidik anaknya baik secara langsung maupun tidak langsung lewat persekolahan. Mengapa pendidikan penting? 1. Segi anak Anak adalah makhluk yang sedang tumbuh, berbuat sesuatu untuk kepentingan dirinya,baik untuk mempertahankan hidup maupun merawat diri,semua kebutuhan tergantung ibu/orangtua. Bandingkan saja dengan anak ayam,misalnya dalam waktu yang relative singkat mampu jalan dan makan sendiri,tidak demikian halnya dengan anak manusia. Anak manusia memerlukan bantuan ,pelayanan,dorongan dari orang lain demi mempertahankan hidup dengan mendalami belajar setahap demi setahap untuk memperoleh kepandaian,ketrampilan dan pembentukkan sikap dan tingkah laku sehingga lambat laun dapat berdiri sendiri yang kesemuanya memerlukan waktu yang cukup lama. 2. Segi Orangtua Pendidikan adalah karena dorongan orangtua yaitu hati nurani yang terdalam yang mempunyai sifat kodrati untuk mendidik anaknya baik dalam segi fisik,sosial,emosi maupun intelejensinya agar memperoleh keselamatan, kepandaian agar mendapat kebahagian hidup yang mereka idamkan , sehingga ada tanggung jawab moral atas hadirnya anak yang di berikan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk di pelihara dan di didik dengan sebaik-baiknya. B. Pentingnya mempelajari Ilmu Pendidikan 1. Untuk Pengembangan Individu Manusia sebagai makhluk berbudaya dapat mengembangkan dirinya sehingga mampu membentuk norma dan tatanan kehidupan yang di dasari oleh nilai-nilai luhur untuk kesejahteraan hidup, baik perseorangan maupun untuk kehidupan bersama. 2. Bagi Pendidik pada umumnya a. Memudahkan praktek pendidikan Dengan bekal ilmu pendidikan kegiatan pendidikan dapat di rencanakan secara teratur dan systematis teratur dan sehingga praktek pendidikan dapat sistematis menuju ketujuan yang telah ditetapkan. b. Dapat menimbulkan rasa kecintaan pada diri pendidik terhadap tugasnya, terhadap anak didik dan terhadap kebenarannya. Karenanya pendidikan akan selalu berusaha mempelajari dirinya. c. Dapat Menghindari banyak kesukaran dan kesalahan dalam melaksanakan praktek pendidikan Kesalahan yang mungkin di buat dalam mendidik diantaranya – Cara mendidik yang terlalu keras dapat menimbulkan rasa harga diri berkurang. Sebaliknya yang terlalu lunak memanjakan anak. – Cara mendidik yang tidak memberi kesempatan untuk berkembang berarti menghambat pertumbuhan. – Kesalahan menekankan tujuan pendidikan yang diinginkan. Misalnya pembentukkan intelek menjadi intelektualistis dan terlalu menekankan segi individu menjadi individualistis 3. Dari Segi Pembangunan Dapat di ketahui dari GBHN tentang dasar dan tujuan pendidikan nasional yaitu Pancasila yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap TYME, Kecerdasan, Ketrampilan ,mempertinggi budi pekerti,memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri,serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN 1. KOMUNIKASI Diartikan adanya interaksi hubungan timbal balik dari anak dengan orangtua atau pendidik atau dari orang yang belum dewasa kepada orang yang sudah dewasa dan sebaliknya 2. KESENGAJAAN Komunikasi yang terjadi merupakan suatu proses kesengajaan perbuatan yang di sadari oleh orang dewasa demi anak/peserta didik 3. KEWIBAWAAN Perbuatan orang dewasa hendaknya ada unsur wibawa dalam arti secara sadar atau tidak anak yang belum dewasa tadi patuh akan hasil didikan orang dewasa. Kewibawaan adalah pengaruh yang diterima dengan sukarela yang di miliki oleh orang dewasa. Di dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal ada dua macam kewibawaan yaitu pemimpin/kepala Seperti kewibawaan pemimpin organisasi,baik organisasi politik atau organisasi massa,kewibawaan kepala kantor atau kepala sekolah B. Kewibawaan Keistimewaan Seperti kewibawaan seseorang yang mempunyai kelebihan atau keunggulan di bidang tertentu di antaranya a. Kelebihan dibidang ilmu pengetahuan,baik umum maupun agama b. Kelebihan di bidang pengalaman,baik dalam kehidupan maupun pekerjaan c. Kelebihan di bidang kepribadian,bidang akhlak maupun sosial d. Kelebihan di bidang harta e. Kelebihan di bidang keturunan yang mewarisi karisma leluhurnya 4. Normatif Yaitu adanya komunikasi di batasi adanya ketentuan suatu norma baik adat,agama,sosial,dan atau norma pendidikan formal. 5. Unsur Anak Perlu di perhatikan keadaan anak yang akan menerima pelayanan pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangannya dan mengenali anak sebaik-baiknya. 6. Unsur kedewasaan/tujuan Perlu di pelajari arti kedewasaan baik secara phisik maupun psikis sesuai dengan norma-norma yang berlaku. JENIS-JENIS PENDIDIKAN 1. Menurut tingkat dan system persekolahan – Tingkat pra sekolah – Tingkat sekolah dasar – Tingkat sekolah menengah – Tingkat sekolah menengah atas – Tingkak perguruan tinggi 2. Menurut tempat berlangsungnya pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan di bedakan menjadi 3 dan disebut tri pusat pendidikan a. Pendidikan didalam keluarga b. Pendidikan didalam sekolah c. Pendidikan di dalam masyarakat 3. Menurut cara berlangsungnya pendidikan Di bedakan antara pendidikan fungsional dan pendidikan intensional Pendidikan fungsional yaitu pendidikan yang berlangsung secara naluriah tanpa rencana dan tujuan tetapi berlangsung begitu saja Pendidikan intensional yaitu lawan dari pendidikan fungsional yaitu program dan tujuan sudah di rencanakan. 4. Menurut aspek pribadi yang di sentuh/tidak menyentuh seluruh dari kepribadian anak didik kita kenal pendidikan ORKES,pendidikan sosial,pendidikan bahasa,pendidikan kesenian,pendidikan moral,pendidikan sex dan lain-lain 5. Menurut sifatnya pendidikan a. Pendidikan informal yaitu pendidikan yang di peroleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar sepanjang ini dapat berlangsung dalam keluarga dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam pekerjaan,masyarakat,keluarga,organisasi b. Pendidikan formal,yaitu pendidikan yang berlangsung secara teratur,bertingkat dan mengikuti syarat-syarat tertentu secara ini berlangsung di sekolah c. Pendidikan Non formal yaitu pendidikan yang di laksanakan secara tertentu dan sadar tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan yang ketat. 2.
perbedaan ilmu dan pendidikan